Pentingnya Ibadah I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Pengajian rutin keempat kalinya dalam bulan Ramadhan yang digelar di ruang pertemuan Kantor KIP Kota Lhokseumawe, hari ini Jumat, 07 Mei 2021 membahas tentang pentingnya ibadah I’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan.

Kegiatan pengajian dibuka oleh Kepala Sekretariat KIP Kota Lhokseumawe, T Joan Virgianshah, S.STP., MSP. Ia mengajak seluruh jajarannya untuk dapat memanfaatkan waktu dalam menuntut ilmu agama, karena menuntut ilmu adalah salah satu bentuk ibadah dan menjadi penuntun manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Ia juga menambahkan, pengajian ini merupakan yang terakhir dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan. Namun usai Ramadhan nanti kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan dalam setiap bulan.

Mengawali tausyiahnya, Teungku Mukhtar terlebih dahulu mengingatkan bahwa kita sekarang sudah memasuki di fase akhir pada bulan Ramadhan. Seyogyanya kita perlu mengoreksi diri kita sendiri sebagai bahan evaluasi. Mulai awal Ramadhan kemarin sampai hari ini, apakah kualitas dan kuantitas ibadah kita sudah sesuai yang kita harapkan?.

Pada bulan Ramadhan, salah satu yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia adalah kedatangan malam lailatul qadar. “Pada malam ini, disebut sebagai malam yang lebih baik dari malam 1000 bulan diperkirakan datang di 10 hari terakhir Ramadhan”, jelasnya.

Meski tidak ada satupun yang tahu kapan malam Lailatul Qadar akan tiba, katanya, namun kita diharapkan untuk dapat menghidupkan 10 akhir ramadhan ini dengan melakukan beberapa ibadah seperti shalat, berzikir, memperbanyak membaca Al-Quran, dan memperbanyak doa. “Karena, dikatakan oleh sejumlah ulama bahwa I’tikaf pada terakhir bulan ramadhan hukumnya sunnah muakkadah yakni sunnah yang sangat kuat,” sambung Teungku Mukhtar.

Leave a Reply

%d bloggers like this: